Jawaban Santai Ahok diboikot DPRD DKI Jakarta
IndonesiaHerald.com
- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok enggan berkomentar
banyak terkait aksi boikot yang dilakukan oleh sejumlah fraksi di DPRD DKI
Jakarta. Mantan Bupati Belitung Timur ini tak mau ambil pusing dengan sikap
politik DPRD.
"Kamu ngomong sama DPRD saja. Santai saja lah,"
kata Ahok sambil tersenyum saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan
Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/2).
Seperti diketahui, beberapa anggota DPRD dari fraksi
Gerindra, PKS, Demokrat, PPP, dan PKB menolak rapat bersama Pemprov DKI dengan
alasan Ahok kembali aktif menjadi gubernur dengan status terdakwa.
Wakil ketua DPRD, Trwiwisaksana mengatakan kembalinya
Ahok menjadi gubernur telah melanggar hukum dan segala kebijakan yang sia ambil
dianggap cacat hukum. Selain itu adanya hak angket di DPR menimbulkan
perselisihan pendapat mengenai status keaktifan Ahok menjadi gubernur.
"Hak angket di DPR menimbulkan satu dispute
perselisihan pendapat apakah statusnya sudah boleh aktif atau masih non aktif
karena Undang-Undang Pemda mengenai status terdakwa," ujar pria yang akrab
Bang Sani di gedung DPRD Jakarta, Jumat (17/2).
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat
menyayangkan sikap DPRD Jakarta yang memboikot rapat dengan pemerintah provinsi
DKI. Djarot menilai hal ini sarat kental dengan politik.
"Kalau (menurut pandangan) saya ini lagi-lagi
masalah politis," ujar Djarot seusai menghadiri pembukaan academy futsal
di gelanggang olahraga Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (18/2).
Djarot menuturkan, alasan DPRD memboikot rapat karena
kembalinya Basuki Tjahaja Purnama atau sapaan akrabnya Ahok menjadi gubernur
Jakarta sangat tidak masuk akal. Sebab, menurut Djarot, dalam rapat pembahasan
raperda tidak melibatkan gubernur secara langsung atau gubernur tidak hadir
dalam rapat. (merdeka/surya)
