Transparansi Timses Ahok-Djarot Beberkan Pengeluaran Kampanye Rp 53,6 M Hasil dari Patungan Masyarakat
IndonesiaHerald.com,
Jakarta - Selama 4 bulan kampanye Pilgub DKI 2017, pasangan calon nomor
urut 2 yaitu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat mendapat
pemasukan hingga Rp 60,1 miliar. Dari pemasukan tersebut, Ahok-Djarot
menghabiskan Rp 53,6 miliar untuk kampanye.
"Kami ingin menutup Kampanye Pilkada DKl Jakarta
Basuki-Djarot dengan melaporkan total hasil penerimaan dan pengeluaran dari
Kampanye Rakyat yang merupakan bentuk dari pertanggung-jawaban kami terhadap
uang hasil patungan masyarakat tidak hanya Jakarta tetapi seluruh
Indonesia", kata Bendahara Timses Ahok-Djarot, Charles Honoris dalam jumpa
pers di posko pemenangan, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (12/2/2017).
Dari total penerimaan Rp 60.190.360.025, rinciannya
adalah Rp 1 juta dari pasangan calon, Rp 42,9 miliar adalah sumbangan
perseorangan, dan ada sumbangan badan hukum swasta sebanyak Rp 15 miliar. Ada
pula sumbangan sebesar Rp 1,7 miliar yang masih belum lengkap syaratnya serta
bunga bank.
"Rp 1,7 miliar itu enggak lengkap, karena formulirnya
tidak didapatkan. Ada beberapa kesempatan transfer langsung ke rekening, itu
tidak bisa digunakan. Kami sudah sosialisasi ke masyarakat. Akan dikonsultasi
dengan auditor, jika tidak sesuai akan dikembalikan ke kas negara,"
ucapnya.
Staf bendahara Timses Ahok-Djarot, Michael Sianipar,
menjelaskan bahwa selama ini ada 3 kanal yang digunakan untuk sumbangan dari
masyarakat.
"Selama ini yang digunakan adalah setoran tunai ke
Bank BCA, transaksi melalui mesin EDC (Gala Dinner dan Posko Rumah Lembang), dan
internet-banking melalui website resmi ahokdjarot.id," kata Michael.
Dari total dana kampanye Rp 60,1 miliar, dana pengeluaran
yang telah digunakan tim pemenangan yakni Rp 53,6 miliar. Pengeluaran itu
termasuk untuk biaya pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, hingga untuk
rapat umum dan iklan.
Charles mengatakan bahwa kegiatan operasional selama masa
kampanye menjadi sumber pengeluaran paling besar pasangan nomor urut 2 ini.
Penyebaran bahan kampanye kepada umum menyumbang pengeluaran terbesar dengan
total Rp 24,5 miliar diikuti biaya pertemuan terbatas Rp 9,2 miliar, pertemuan
tatap muka Rp 7,3 miliar, rapat umum Rp 5,3 miliar, dan lain-lain.
(detik/surya)


